Warga Timika mulai borong tiket penerbangan mudik Lebaran

Timika (ANTARA) – Meskipun harga tiket penerbangan hingga kini masih cukup mahal namun hal itu tidak menyurutkan niat warga Timika, Papua untuk memborong tiket penerbangan guna dapat mudik Lebaran di kampung halaman mereka.

Staf PT Garuda Indonesia Cabang Timika Nina di Timika, Jumat, mengatakan tiket penerbangan Garuda Indonesia rute Timika ke Makassar dan Denpasar sudah penuh mulai 28 Mei hingga 3 Juni.

“Sekarang yang masih terbuka yaitu tiket penerbangan mulai 18 Mei hingga 27 Mei. Dengan semakin dekatnya hari raya Lebaran, tentu permintaan tiket penerbangan Garuda Indonesia dari Timika dengan tujuan ke arah barat akan semakin meningkat,” kata Nina.

Pihak Garuda Indonesia belum berencana menambah kapasitas maupun armada tambahan untuk mengangkut penumpang mudik Lebaran dari Timika ke sejumlah daerah di wilayah barat Indonesia.

“Belum ada rencana itu,” jelas Nina.

Saat ini Garuda Indonesia mengoperasikan pesawat berbadan lebar jenis Boeing 737 NG seri 800 dengan kapasitas 162 kursi (12 kelas bisnis ditambah 150 kelas ekonomi) untuk melayani penerbangan rute Timika-Makassar maupun rute Timika-Denpasar setiap hari.

Khusus rute Timika-Makassar juga dilayani oleh penerbangan Sriwijaya Air setiap hari.

Sedangkan untuk rute ke wilayah Timika dan intra Papua yaitu rute Timika-Jayapura (dua kali sehari menggunakan pesawat Boeing 737 NG seri 800 dan rute Timika-Nabire-Biak yang dilayani pesawat ATR 600 dengan kapasitas 70 penumpang sejauh ini masih tersedia cukup banyak kursi di pesawat.

“Untuk rute ke wilayah timur yaitu ke Jayapura masih tersedia banyak kursi. Sementara untuk rute Timika-Nabire-Biak permintaannya cukup tinggi dan selama ini dilayani lima kali sepekan,” jelas Nina.

Guna memaksimalkan pelayanan kepada para penumpang yang hendak mudik Lebaran, pihak Garuda Indonesia Kantor Cabang Timika akan membuka Posko Lebaran di Bandara Mozes Kilangin Timika mulai 28 Mei hingga tujuh hari pascahari raya Lebaran.

Baca juga: Garuda operasikan pesawat berbadan besar di Sorong 2018

Baca juga: Garuda kesulitan peroleh “slot time” di Papua