UEA: OPEC mendekati kesepakatan tetap pertahankan pembatasan produksi

Saya pikir permintaan minyak akan tetap solid pada tahun 2020

Montreal (ANTARA) – Anggota-anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) hampir mencapai kesepakatan untuk memperpanjang pengurangan produksi, Menteri Energi Uni Emirat Arab Suhail bin Mohammed al-Mazroui, mengatakan pada Selasa (11/6/2019).

Berbicara di Forum Ekonomi Internasional Amerika, menteri energi Uni Emirat Arab mengatakan bahwa dengan persediaan minyak yang ada, pembatasan produksi harus tetap dilakukan atau diperpanjang “setidaknya sampai akhir tahun.”

“Keputusan yang tepat akan menjadi diperpanjang lagi,” kata al-Mazroui yang mencatat ia lebih suka melanjutkan pembatasan.

OPEC dan produsen sekutunya termasuk Rusia, tahun lalu sepakat untuk memangkas produksi mereka mulai 1 Januari guna menghindari kelebihan pasokan. Perjanjian tersebut adalah mengurangi pasokan sebesar 1,2 juta barel per hari (bph) selama enam bulan menggunakan produksi Oktober sebagai dasar.

Sekalipun, ketika OPEC dan sekutu mengurangi pasokan, produksi serpih AS terus meningkat dan beberapa analis memperkirakan pertumbuhan ekonomi yang lebih lemah akan mengurangi permintaan minyak. Produsen serpih AS bulan ini akan menambah 83.000 barel per hari, mencapai 8,49 juta barel per hari, Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan bulan lalu.

“Saya pikir permintaan minyak akan tetap solid pada tahun 2020,” kata al-Mazroui kemudian dalam sebuah wawancara di sela-sela forum ekonomi.

OPEC saat ini dijadwalkan bertemu pada 25 Juni, diikuti pembicaraan dengan sekutu-sekutunya yang dipimpin oleh Rusia pada 26 Juni. Namun, Rusia menyarankan memindahkan pertemuan itu ke 3-4 Juli dan Riyadh mendukung permintaan itu, sumber-sumber dalam organisasi sebelumnya mengatakan kepada Reuters.

Menteri Perminyakan Iran Bijan Zanganeh, dalam sepucuk surat yang dilihat oleh Reuters, mengatakan dia tidak setuju dengan proposal OPEC untuk menjadwal ulang pertemuan kelompok berikutnya hingga awal Juli.

“Kami sedang bekerja saat ini,” al-Mazroui mengatakan kepada wartawan di sela-sela forum, menekankan bahwa ia tidak memiliki preferensi untuk Juni atau Juli.

“Bagiku itu tidak masalah,” katanya. “Kami berbicara tentang perpisahan dua minggu. Yang paling penting adalah apa yang kita ketahui hari ini dan apa yang kita ketahui hari ini memberi tahu kita bahwa kita perlu memperpanjang, dalam pandangan saya.”

Dia menambahkan dia yakin ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China akan diselesaikan ke depan.

Baca juga: Harga minyak dunia sedikit berubah di tengah kekhawatiran permintaan
Baca juga: Saudi: Hanya Rusia yang belum tentukan perpanjangan OPEC

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019