Tol Simpang Indralaya hingga Lubuk Linggau gairahkan perekonomian

Jakarta (ANTARA) – Pembangunan ruas tol Trans Sumatera dari simpang Indralaya hingga Lubuk Linggau yang melintasi sejumlah provinsi di pulau Sumatera itu dinilai bakal menggairahkan aktivitas perekonomian lokal.

“Pemerintah Kabupaten dan Kota yang dilintasi Tol Pelembang-Bengkulu mulai menyiapkan potensi ekonomi lokal karena kawasan sekitar simpang susun akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru,” kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit dalam rilis, Selasa

Seperti diketahui, Seperti diketahui, jalan tol dengan nilai investasi sebesar Rp47,89 triliun ini memiliki 6 Simpang Susun, yaitu SS Sp. Indralaya, SS Prabumulih, SS Muara Enim, SS Lahat/Merapi, SS Musi Rawas, SS Lubuk Linggau.

Menurut Danang, kehadiran tol yang menghubungkan Palembang-Bengkulu akan memangkas waktu tempuh Palembang-Muara Enim dari semula 4 jam menjadi 2 jam, sedangkan Palembang-Bengkulu akan dapat ditempuh selama 4 jam.

Selain itu, ujar dia, kehadiran tol akan memperlancar konektivitas, karena sebelum truk batubara dilarang melintas di jalan umum, waktu tempuh Palembang-Muara Enim bahkan mencapai 12 jam.

Pemerintah juga dinilai serius untuk memperluas manfaat tol bagi masyarakat setempat dengan memberikan porsi lebih besar kepada produk-produk lokal di rest area jalan tol.

Baca juga: PUPR: Tol seksi Indralaya-Prabumulih ditargetkan operasi 2022

Sebagaimana diwartakan, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru minta dengan telah dicanangkannya tol Muaraenim – Indralaya dan Lubuklinggau rest areanya dimanfaatkan untuk penjualan usaha mikro kecil dan menengah.

Apalagi, menurut Herman Deru, kerajinan khas daerah ini cukup banyak sehingga perlu dipromosikan, kata dia. Bukan itu saja, ruas tol tersebut juga dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan makanan khas daerah lokal.

“Hal ini karena Sumsel termasuk Muaraenim banyak kuliner yang enak dan lezat,” ucapnya.

Oleh karena itu, ujar dia, tempat peristirahatan tol yang menghubungkan Indralaya, Ogan Ilir dan Muaraenim serta Lubuklinggau itu harus dimanfaatkan untuk perekonomian masyarakat.

Gubernur mengatakan, dengan adanya ruas jalan tol ini merupakan hadiah pemerintah untuk Sumatera Selatan. Sebab Presiden Joko Widodo menjadikan Sumsel sebagai lokasi proyek strategis nasional.

Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono juga mengatakan, meskipun jalan tol ini merupakan proyek strategis nasional namun hal ini sebagai upaya mendukung kesejahteraan masyarakat.

Sementara mengenai penetapan lokasi jalan tol sendiri, menteri minta agar Pemerintah Daerah setempat dapat memberikan masukan supaya dapat menghubungkan ruas jalan dengan kawasan industri.

“Tidak ada gunanya tol itu dilalui saja tetapi harus bermanfaat untuk perekonomian. Salah satunya dengan menghubungkan jalan tol dengan kawasan industri,” katanya.

Baca juga: Gubernur Sumsel minta “rest area” tol dimanfaatkan penjualan UMKM

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019