Teken tiga MoU, IPC dorong pengembangan pelabuhan di Sumsel

Jakarta (ANTARA) – PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC dengan Provinsi Sumatera Selatan, PT Pupuk Sriwijaya Palembang dan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Selatan sepakat menata dan mengembangkan pelabuhan di wilayah itu, sejalan dengan program konektivitas dan menurunkan biaya logistik nasional.

“Kerja sama ini merupakan langkah strategis korporasi dalam membangun konektivitas nasional kaitannya untuk mengoptimalkan potensi dan geliat perekonomian di Provinsi Sumatera Selatan dengan mempercepat pembangunan pelabuhan laut dalam (deep sea port),” ujar Direktur Utama IPC Elvyn G Masassya dalam siaran pers, di Jakarta, Sabtu.

Elvyn menjelaskan, kerja sama yang dilakukan melalui nota kesepahaman (MoU) ini merupakan tindak lanjut atas komitmen IPC untuk peningkatan kualitas pelayanan dan menciptakan efisiensi pelayanan kepelabuhanan, serta mendukung program pemerintah yaitu menurunkan biaya logistik.

“Ketiga nota kesepahaman tersebut merupakan satu bentuk platform untuk menyatukan orientasi, meningkatkan penyelarasan dan mengoptimalkan kolaborasi dalam eksekusi bisnis kepelabuhanan dan kawasan industri di Provinsi Sumatera Selatan khususnya Kota Palembang dan sekitarnya,” katanya.

Elvyn menambahkan bahwa dibutuhkan keselarasan kebijakan, strategi, program dan rencana pengembangan yang sejalan antara IPC dengan program-program strategis stakeholder terkait.

Sementara itu,  Gubernur Provinsi Sumatera Selatan H. Herman Deru menyampaikan bahwa pelabuhan merupakan salah satu bagian terpenting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Selatan, khususnya dalam meningkatkan nilai tambah dari hulu ke hilir untuk produk-produk maupun komoditas ekspor unggulan, seperti batu bara, karet, kelapa sawit dan kelapa (coconut).

Dengan sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dengan BUMN PT Pelabuhan Indonesia II dalam pengembangan dan pembangunan pelabuhan laut dalam, diharapkam menjadi momentum untuk saling berkomitmen meningkatkan perekonomian di wilayah ini, mengingat Provinsi Sumatera Selatan sangat kaya akan hasil alam baik hasil tambang maupun pertanian yang menjadi komoditas ekspor unggulan diluar komoditas migas.

Gubernur juga menambahkan, selain itu keberadaan pelabuhan ini juga diharapkan mampu mengintegrasikan seluruh sektor mulai dari hulu ke hilir, sehingga proses distribusi barang baik dari maupun ke Provinsi Sumatera Selatan dapat semakin lancar.

IPC juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, terkait rencana kerja sama strategi baik dalam pemanfaatan jasa dan fasilitas yang ada, maupun dalam jasa dan kegiatan bisnis lainnya untuk memperlancar dan mengembangkan korporasi.

Sedangkan sinergi IPC dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Selatan, terkait dengan Pencegahan, Penanggulangan Penggunaan dan Peredaran Gelap Narkotika di Wilayah Kerja PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Palembang.

“IPC dan BNN memiliki visi yang sama, yakni memerangi narkoba dan menyehatkan masyarakat. Kami mendukung penuh upaya BNN dalam mencegah dan menanggulangi penggunaan dan peredaran narkotika khususnya di area Pelabuhan Boom Baru, Palembang.” ujar General Manager IPC Palembang Agus Edi Santoso.
Baca juga: Dirut IPC: “Trilogi Maritim” strategi kunci pembangunan negara maritim
Baca juga: Pelindo dan Apical Group kerjasama pengolahan CPO
Baca juga: PT Pelindo II gandeng ACT bangun sumur bor di Palembang

 

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2019