Stasiun Gambir terpantau ramai saat penyelenggaraan Pemilu

Jakarta (ANTARA) – Arus penumpang di Stasiun Gambir,  Jakarta Pusat, terpantau ramai saat berlangsungnya pemilihan umum 2019 secara serentak, Rabu, yang terlihat dari antrean panjang di lokasi pemeriksaan tiket di pintu keberangkatan.

Para calon penumpang di stasiun tersebut mengaku akan melakukan perjalanan ke luar kota untuk menikmati libur panjang pada akhir pekan ini.

Sebagian calon penumpang itu telah terlebih dahulu memberikan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) terdekat dengan tempat tinggal masing-masing. Namun, sebagian lainnya mengatakan tidak bisa mencoblos karena alasan jadwal keberangkatan yang tidak mendukung atau tidak berminat.

Salah seorang calon penumpang tersebut adalah Sinta (25) yang mengaku akan melakukan perjalanan ke Cirebon untuk berlibur. “Mau liburan ke Cirebon. Belum mencoblos,” kata Sinta yang enggan menjelaskan alasan untuk tidak menggunakan hak suaranya.

Berbeda dengan Sinta, calon penumpang lain, Imah (24), akan pulang ke kampung halamannya di Tegal dengan harapan bisa memberikan suara, meski belum mendapatkan surat undangan pencoblosan. “Ingin mencoblos, tapi tidak dapat undangan,” katanya.

Berdasarkan informasi sisa tempat duduk di Stasiun Gambir pada pukul 11.07 WIB, hampir semua tiket tujuan luar kota untuk pemberangkatan pada 17-18 April 2019 telah terjual habis.

Tiket lain yang terjual habis sampai 19 April 2019 adalah tiket Kereta Api Argo Parahyangan tujuan Bandung, Bangunkarta tujuan Stasiun Surabaya Gubeng dan Kereta Api Bima tujuan Malang.

Pada Pemilu 2019, seluruh warga negara Indonesia baik di dalam dan luar negeri memilih Presiden dan Wakil Presiden serta perwakilan di DPD, DPR, dan DPRD.

Pemilu 2019 juga beriringan dengan hari libur nasional untuk memperingati Wafat Isa Almasih pada Jumat (19/4).

Untuk mengantisipasi libur panjang pada akhir pekan ini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta telah mengoperasikan 11 kereta api tambahan.
 

Pewarta: Katriana dan Satyagraha
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019