Sri Mulyani harap PKN STAN cetak alumni handal mengelola keuangan

Tangerang (ANTARA) – Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN dapat mencetak alumni yang handal dalam mengelola keuangan negara.

“Harapan saya tentu saja ini menjadi institusi pendidikan tinggi yang dapat mencetak seluruh pegawai-pegawai atau calon ASN di bidang pengelola keuangan negara yang handal,” ujar Sri dalam acara dies natalis ke-4 PKN STAN, di Tangerang, Minggu.

Sri mengatakan semua mahasiwa diharapkan dapat memiliki kompetensi di bidang pengelolaan keuangan negara, baik dalam bidang perpajakan, bea dan cukai, akuntansi manajemen, kekayaan negara, hingga pembendaharaan negara.

Mahasiswa PKN STAN juga diharapkan mampu memiliki karakter yang berintegritas, memiliki rasa nasionlisme tinggi serta wawasan kebangsaan yang terpelihara dan terjaga secara kuat.

“Mengapa demikian? Karena PKN STAN ini merupakan tempat yang akan menghasilkan ASN yang akan bekerja di seluruh Indonesia, serta di semua intansi yang memiliki peranan sangat penting,” ujar Sri.

“Oleh karena itu pentingnya mereka memilki pengetahuan, potensi, dan profesionalitas itu adalah satu syarat agar keuangan negara di Indonesia berjalan dengan baik,” sambung mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu.

Sri juga berharap para mahasiswa PKN STAN dapat menjunjung toleransi dan kebhinekaan dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara.

Dia mengatakan PKN STAN dapat diibaratkan sebagai miniatur Indonesia, di mana mahasiswa yang menempuh pendidikan berasal dari berbagai latar belakang.

Sri meminta kepada mahasiswa agar dapat bersatu di tengah perbedaan latar belakang suku, agama, gender, dan daerah asal tersebut.

“Mereka harus memiliki wawasan kebangsaan agar mereka menjadi faktor yang dapat juga mempersatukan bangsa Indonesia, bukan memecah belah, tapi justru menjadi perekat dan pemersatu. Itulah yang kita harapkan di dalam proses belajar mengajar di dalam PKN STAN,” ujar dia.

Menkeu bahas AFAS dan RUU Bea Materai di DPR

Pewarta: Fathur Rohman
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019