Rekonstruksi Taman Chairil Anwar Malang ditargetkan rampung Juli 2019

Taman Chairil Anwar merupakan salah satu titik dari tiga titik yang akan dijadikan pusat perhatian bagi para wisatawan yang berlibur di Kota Malang. Selama ini, keberadaan taman tersebut seakan terabaikan karena tidak terlihat menonjol kendati berada

Malang, Jawa Timur (ANTARA) – Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, menyatakan bahwa proses rekonstruksi Taman Chairil Anwar yang masuk dalam rencana pengembangan Kawasan Heritage Kayutangan ditargetkan rampung pada awal Juli 2019.

Plt Kepala Dinas Pertamanan dan Permukiman Kota Malang Diah Ayu kepada Antara di Kota Malang, Jumat, mengatakan bahwa saat ini proses rekonstruksi tengah dilakukan supaya Taman Chairil Anwar yang terletak di Jalan Basuki Rachmat tersebut bisa menarik perhatian masyarakat.

“Kontrak rekonstruksi berakhir pada 1 Juli 2019,” kata Diah Ayu.

Taman Chairil Anwar merupakan salah satu titik dari tiga titik yang akan dijadikan pusat perhatian bagi para wisatawan yang berlibur di Kota Malang. Selama ini, keberadaan taman tersebut seakan terabaikan karena tidak terlihat menonjol kendati berada di pusat Kota Malang.

Monumen Chairil Anwar saat ini tengah ditata ulang, supaya lebih menonjol dan menarik perhatian masyarakat khususnya para wisatawan. Taman yang mengelilingi patung tersebut akan dibenahi, supaya masyarakat bisa berinteraksi pada taman itu.

Langkah untuk menata kembali Taman Chairil Anwar tersebut mempertimbangkan dua hal yakni aspek kesejarahan dan aspek sosial. Terkait aspek sejarah, diharapkan setelah direkonstruksi, masyarakat Kota Malang bisa lebih mengenal sejarah Chairil Anwar.

“Masyarakat harus lebih tahu sejarah monumental patung Chairil Anwar. Sehingga dilakukan peningkatan skala visual dengan cara meninggikan posisi patung,” kata Diah Ayu.

Sementara itu pada aspek sosial, usai rekonstruksi diharapkan bisa menampung aktivitas komunitas pecinta taman di area tersebut. Anggaran untuk rekonstruksi Monumen Chairil Anwar tersebut, tercatat sebesar Rp166,56 juta.

Dalam rencana pengembangan Kawasan Heritage Kayutangan, para pemangku kepentingan terkait, termasuk Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) sudah memaparkan rencana desain yang akan ditampilkan di koridor Kayutangan.

Di sepanjang jalanan Kayutangan akan disiapkan tiga titik yang bakal menarik perhatian para wisatawan. Pada tiga titik utama tersebut jalur aspal yang ada akan dibongkar dan diganti dengan material non-aspal.

Hal tersebut bertujuan untuk menonjolkan area sekitar dan memperlambat arus kendaraan para wisatawan yang melintas di Kota Malang.

Titik pertama atau yang menjadi pintu masuk kawasan wisata tersebut adalah tepat di depan kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Malang.

Kemudian titik kedua mengarah ke selatan tepatnya di simpang Rajabali, dan titik ketiga yakni Monumen Chairil Anwar tepat di depan Gereja Hati Kudus dan berdekatan dengan Alun-Alun Kota Malang.

Keberadaan Monumen Chairil Anwar seakan menjadi “Triangle View” bersama dengan Gereja Katolik Hati Kudus yang didirikan tahun 1905, persis di sebelah Gedung Concordia, dan Toko OEN yang berdiri sejak 1930.

Kawasan Kayutangan yang pada masa Hindia Belanda merupakan pusat perdagangan dan pertokoan, , oleh Pemerintah Kota Malang akan diubah menjadi “Malioboro” ala Kota Malang yang terusung dalam konsep Malang City Heritage.
Baca juga: Menanti kehadiran “Malioboro” di Kota Malang
Baca juga: Kota Malang segera miliki destinasi wisata heritage

Pewarta: Vicki Febrianto
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019