PUPR: Tol seksi Indralaya-Prabumulih ditargetkan operasi 2022

Seksi Simpang Indralaya-Prabumulih direncanakan dapat beroperasi terlebih dahulu pada Februari 2022, sedangkan, keseluruhan konstruksi kedua ruas jalan tol tersebut ditargetkan dapat selesai Desember 2022

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan  tol seksi Indralaya-Prabumulih yang merupakan bagian dari ruas tol Trans Sumatera ditargetkan dapat beroperasi pada  2022.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit dalam rilis, Selasa, menyampaikan bahwa proses pengadaan tanah dijadwalkan dimulai bulan April 2019 dari seksi Simpang Indralaya-Prabumulih.

“Seksi Simpang Indralaya-Prabumulih direncanakan dapat beroperasi terlebih dahulu pada bulan Februari 2022, sedangkan, keseluruhan konstruksi kedua ruas jalan tol tersebut ditargetkan dapat selesai pada bulan Desember 2022,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa jadwal pengoperasian biasanya paling lambat dua bulan setelah selesai pekerjaan konstruksi.

Seperti diketahui, jalan tol dengan nilai investasi sebesar Rp47,89 triliun ini memiliki enam Simpang Susun, yaitu SS Sp. Indralaya, SS Prabumulih, SS Muara Enim, SS Lahat/Merapi, SS Musi Rawas, SS Lubuk Linggau.

Sebagaimana diwartakan, Kementerian PUPR menyatakan bahwa ada sebanyak empat ruas tol yang merupakan bagian dari Tol Trans Sumatera yang diharapkan bakal rampung pada tahun 2019.

“Terdapat empat ruas Tol Trans Sumatera sepanjang 259 Km yang ditargetkan operasional tahun 2019,” kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit.

Keempat ruas tersebut pertama adalah Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung-Palembang (189,2 kilometer) yang ditargetkan operasional pada Juni 2019.

Kemudian, Tol Medan-Binjai Segmen Jl. Veteran-Tj. Mulia (3 kilometer) ditargetkan selesai Desember 2019. Ada pula Tol Kayu Agung-Palembang-Betung segmen Kayu Agung-Jakabaring (34 kilometer) ditargetkan selesai Juni 2019.

Sedangkan terakhir adalah Tol Pekanbaru-Dumai segmen Pekanbaru-Petapahan sepanjang 33 kilometer yang ditargetkan beroperasi pada Desember 2019;

Selain empat ruas tol yang ditargetkan rampung tahun ini, ruas lainnya sepanjang 473 Km terus dikejar penyelesaiannya oleh Pemerintah.

Ruas tersebut yakni Tol Sigli-Banda Aceh (74 kilometer) yang ditargetkan beroperasi tahun 2021, Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat (144 kilometer) yang ditargetkan beroperasi tahun 2020, Tol Indrapura-Kisaran (48 kilometer) yang ditargetkan beroperasi tahun 2020, serta Tol Pekanbaru-Dumai segmen Petapahan-Duri (98 kilometer) yang ditargetkan beroperasi tahun 2020.

Kemudian ruas Tol Kayu Agung-Palembang-Betung segmen Jakabaring-Betung (78 Km) yang ditargetkan beroperasi tahun 2020 dan Tol Padang-Pekanbaru segmen Padang-Sicincin sepanjang 31 Km yang ditargetkan beroperasi tahun 2020-2021.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah terus menyelesaikan pembangunan jalan tol Trans Sumatera sepanjang 2.700 kilometer yang terdiri dari 2.000 kilometer lintas utama dan 700 kilometer lintas penghubung.

Pemerintah menargetkan pada tahun 2024, dari Lampung hingga ke Aceh dapat tersambung jalan tol sehingga meningkatkan mobilitas dan memacu pertumbuhan ekonomi kawasan dan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera.

Baca juga: Tol Trans Sumatera bukti sinergi dan pendorong perekonomian
Baca juga: Tol Trans Sumatera makin ramai dilintasi kendaraan

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019