PTPN VII gandeng PT SAM untuk optimalisasi aset

Saya berharap kerja sama ini dapat menciptakan peluang bisnis baru yang menguntungkan dalam upaya memaksimalkan aset perusahaan

Bandarlampung (ANTARA) – PTPN VII mengandeng PT Suwarnadwipa Agro Makmur (SAM) untuk memaksimalkan pendapatan perusahaan dengan memaksimalkan lahan tidak produktif atau optimalisasi aset.

Penandatangan nota kesepahaman (MoU) itu berlangsung di ruang rapat Direktur Utama PTPN VII, Bandarlampung, Jumat, antara Direktur Utama PTPN VII Muhammad Hanugroho didampingi Direktur Operasional Husairi dengan Direktur Utama PT PT Swarnadwipa Agro Makmur Armando R. Wirajendi dan Direktur David Widjaya.

“Saya berharap kerja sama ini dapat menciptakan peluang bisnis baru yang menguntungkan dalam upaya memaksimalkan aset perusahaan,” kata
Direkrut Utama PTPN VII M. Hanugroho.

Ia menyebutkan, dalam rangka melakukan sinergi ini kedua belah pihak berkesempatan untuk melakukan kerja sama penanaman jagung secara mekanis pada 2019 seluas lebih kurang 700 hektare di Unit Rejosari.

Menurut dia, saat ini areal tersebut sedang mengalami penurunan produksi buah dikarenakan serangan jamur ganoderma.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk melakukan perbaikan tata cara perawatan tanaman, namun belum membuahkan hasil yang signifikan.

Berdasarkan hasil kajian penanggulangan ganoderma di Unit Rejosari oleh pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia, direkomendasikan untuk memutus siklus hidup ganoderma dilakukan melalui dua tahap.

Pertama, replanting menggunakan teknik khusus untuk endemik dan kedua, rotasi ke tanaman bukan inang ganoderma.

Sementara itu, Direktur Utama PT SAM Armando R. Wirajendi berharap kerja sama ini dapat berjalan lancar dan terbuka.

“Kita akan sesuaikan kultur pertanian yang ada di Lampung, dengan metode tanam yang kita miliki,” katanya.

Baca juga: Dirut PTPN VII : Banyak gangguan, perseroan terus berbenah

Baca juga: Menteri BUMN Dorong PTPN VII Bangun Kawasan Industri

Pewarta: Agus Wira Sukarta
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019