Produk daur ulang laris diserbu pengunjung PRJ

Alhamdulillah responsnya bagus. Rata-rata bisa jual antara 10 sampai 20 produk per hari dengan omset rata-rata Rp15 juta – Rp20 juta

Jakarta (ANTARA) – Beragam produk daur ulang yang dijual pelaku UMKM di Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau dikenal dengan Jakarta Fair Kemayoran 2019, laris diserbu oleh pengunjung.

Sunardi, salah satu pelaku UMKM yang menjual produk kerajinan dari limbah karung goni mengaku meraup keuntungan yang lumayan besar selama beberapa hari mengikuti PRJ.

“Alhamdulillah responsnya bagus. Rata-rata bisa jual antara 10 sampai 20 produk per hari dengan omset rata-rata Rp15 juta – Rp20 juta,” kata Sunardi saat ditemui Antara di Hall C3 JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Selasa.

Pria asal Yogyakarta tersebut menjual aneka aksesoris, seperti ransel, tas gendong, dompet, hingga sling bag dari limbah karung goni dengan kisaran harga dimulai dari Rp20.000 hingga Rp350.000. Produk kerajinan berbahan limbah karung goni di gelaran Pekan Raya Jakarta (PRJ), Kemayoran, Jakarta, Selasa (11/6/2019). (ANTARA/Yogi Rachman)

Meski terbuat dari karung goni, namun ia menjamin produk yang diberi merk Sambeliler itu tahan lama karena dibuat dengan proses yang panjang.

“Cara buatnya karung goni kita kasih lapisan terus di lem kemudian di press agar lebih halus. Setelah finishing jadi tas, lalu kita bakar untuk menghilangkan bulu-bulu halusnya,” ujarnya.

Senada dengan Sunardi, Trino salah satu pelaku UMKM yang menjual produk kerajinan dari limbah kayu juga mengaku mendapat response positif dari pengunjung PRJ. Trino menunjukkan produk tas dari limbah kayu di gelaran Pekan Raya Jakarta (PRJ), Kemayoran, Jakarta, Selasa (11/6/2019). (ANTARA/Yogi Rachman)
Melalui tangan kreatif Trino, limbah kayu bekas yang biasa digunakan untuk mengemas barang berhasil disulap menjadi aneka produk bernilai jual tinggi.

“Kita menjual jam, kotak untuk seserahan, tas. Konsumen juga bisa custom,” kata Trino saat ditemui di lapaknya yang berada di Hall C3.

Produk yang diberi merk Benson Desain itu dijual dengan harga terjangkau berkisar antara Rp3.000 untuk gantungan kunci hingga Rp350.000 untuk tas handmade dari limbah kayu.

Pria asal Ponorogo, Jawa Timur, itu mengaku baru pertama kali mengikuti gelaran PRJ. Walaupun lapak dagangannya baru buka, namun pelanggan yang telah membeli produknya lumayan banyak.

“Targetnya selain omset juga agar produk kita dikenal di Ibu Kota bahwa ada loh produk dari limbah kayu yang bisa dibuat kerajinan dengan harga terjangkau,” imbuhnya.

PRJ 2019 diselenggarakan sejak 22 Mei dan akan berlangsung hingga 30 Juni.

Harga tiket masuk khusus Senin sebesar Rp25.000, sedangkan Selasa hingga Kamis Rp30.000, dan Jumat hingga Minggu Rp40.000.

PRJ 2019 diikuti 2.700 perusahaan peserta dalam 1.500 stan yang memamerkan berbagai produk dari berbagai skala usaha, mulai dari perusahaan multinasional hingga usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Marketing Director PT JIEXPO Ralph Scheunemann, menargetkan total jumlah kunjungan PRJ tahun 2019 sebanyak 6,5 juta orang dengan target nilai transaksi bisnis mencapai Rp7,5 triliun.

Baca juga: Pengunjung PRJ membeludak sulit cari tempat parkir
Baca juga: Jakarta Fair jadi ajang pamerkan produk unggulan daerah
Baca juga: Penyelenggaraan PRJ bukti Jakarta aman

Laris berjualan di rest area eks pabrik gula Banjaratma

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019