Presiden: Pembenahan kawasan wisata NTT harus terintegrasi

Rancangan besar ini yang sebentar lagi akan kita buatkan rapat terbatas sehingga grand design-nya …

Jakarta (ANTARA) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat kunjungannya ke Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur (NTT),  menjelaskan pembenahan kawasan pariwisata di provinsi tersebut harus terintegrasi.

“Kita ini ingin melihat secara makronya untuk kawasan Labuan Bajo dan sekitarnya. Artinya, Labuan Bajo ada Pulau Komodo, ada Pulau Rinca, kemudian ada lautnya sehingga pembenahan kawasan pembangunan fasilitas-fasilitas pendukung itu (harus) terintegrasi semuanya,” kata Presiden Jokowi usai meninjau pulau itu pada Kamis.

Pengembangan kawasan Taman Nasional Komodo akan dibuat lebih terintegrasi antara satu lokasi wisata dengan lainnya di Provinsi NTT.

Menurut Presiden Jokowi, rancangan pengembangan akan segera dibahas dengan kementerian dan pihak-pihak terkait.

“Rancangan besar ini yang sebentar lagi akan kita buatkan rapat terbatas sehingga grand design-nya itu betul-betul tersambung antara Labuan Bajo, Rinca, Komodo, lautnya, semuanya terdesain dengan baik dan dikerjakan tidak parsial,” demikian Presiden dalam siaran pers Plt Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Chandra A. Kurniawan dikutip Antara di Jakarta.

Presiden menjelaskan sejumlah fasilitas pendukung antara lain dermaga laut, serta saluran air bersih juga akan dibenahi.

Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo meninjau Pulau Rinca dalam kunjungan kerja pada hari keduanya di Provinsi NTT.

Pulau tersebut merupakan salah satu kawasan yang berada di dalam Taman Nasional Komodo.

Pulau Rinca merupakan salah satu spot favorit para wisatawan untuk melihat kehidupan komodo di alam bebas selain Pulau Komodo.

Pulau Rinca dapat ditempuh dengan kapal cepat selama 45 hingga 60 menit dari dermaga di Pantai Waecicu, Kabupaten Manggarai Barat.

Rayakan Kemerdekaan di Festival Teluk Maumere

Pewarta: Bayu Prasetyo
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019