Pendapatan usaha PT PP tumbuh 34,92 persen pada kuartal I-2019

Manajemen optimistis target kontrak sebesar Rp50,30 triliun sampai akhir 2019 bisa tercapai

Jakarta (ANTARA) – Pendapatan usaha PT PP (Persero) pada kuartal I tahun buku 2019 mencapai Rp4,96 triliun atau naik 34,92 persen dibanding tahun sebelumnya Rp3,68 triliun, menyusul dengan banyaknya kontrak pembangunan infrastruktur.

“Perolehan pendapatan usaha berpengaruh positif terhadap keuntungan perusahaan sehingga laba bersih perseroan mencapai Rp238 miliar naik 16,67 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp204 miliar,” kata Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT PP (Persero) Agus Purbianto kepada pers saat buka puasa di Jakarta, Jumat.

Dikatakan pula, hingga akhir April 2019 perseroan membukukan kontrak baru sebesar Rp10,75 triliun dan yang telah terealisasi sampai bulan tersebut sebesar 21 persen dari total target yang ditetapkan manajemen perseroan, yaitu sebesar Rp50,30 triliun di akhir 2019.

“Manajemen optimistis target kontrak sebesar Rp50,30 triliun sampai akhir 2019 bisa tercapai,” katanya.

Pencapaian kontrak baru sebesar Rp10,75 triliun tersebut terdiri dari kontrak baru induk perseroan sebesar Rp9,41 triliun dan anak perusahaan Rp1,34 triliun.

Sejumlah proyek yang berhasil diraih sampai APril 2019 antara lain jalan tol Indrapura-Kisaran (lanjutan) sebesar Rp3 triliun, Pesantren Mualim Yogyakarta sebesar Rp470 miliar, Bandara Soekarno-Hatta Seksi 1 dan 2 Rp455 miliar, kereta api Makassar-Pare Pare sebesar Rp450 miliar, Tempat Istirahat SPBU Rp3344 miliar, serta Rumah Sakit Umum Daerah Soreang Rp269 miliar.

Sampai April 2018, perolehan kontrak baru dari pemerintah (APBN) mendominasi perolehan kontrak baru perseroan dengan kontribusi 8,93 persen, disusul BUMN 67,59 persen dan swasta 23,46 persen dari total perolehan kontrak baru.

Sedangkan perolehan kontrak baru berdasarkan jenis atau tipe pekerjaan, yaitu jalan dan jembatan sebesar 32,23 persen, minyak dan gas 31,48 persen, gedung 24,42 persen, industri 6,51 persen, kereta api 4,19 persen, dan pembangkit listrik 1,17 persen.
 

Pewarta: Ahmad Wijaya
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019