Pemerintah klaim pembangunan infrastruktur demi keadilan sosial

Jakarta (ANTARA News) – Pemerintah mengklaim pembangunan infrastruktur dasar menjadi salah satu jalan yang ditempuh untuk mewujudkan keadilan sosial tidak hanya bagi masyarakat di perkotaan tapi juga di desa-desa.

Deputi I Kantor Staf Kepresidenan Darmawan Prasodjo dalam diskusi di Rumah Cemara, Jakarta, Rabu, mengatakan pembangunan infrastruktur itu telah banyak membantu rakyat meningkatkan akses atas pendidikan hingga ekonomi. 

“Hampir lima tahun ini Jokowi berhasil bangun 200.000 km jalan desa. Fungsinya, anak sekolah yang tadinya berangkat sekolah lewat jalan rusak bisa pakai jalan itu. Hasil panen yang tadinya tidak bisa diangkut jadi bisa diangkut lewat jalan itu,” katanya. 

Para pelajar yang tadinya harus melewati jembatan “Indiana Jones” kini tidak perlu kesulitan lagi karena telah dibangun jembatan gantung yang lebih baik dan aman. 

Pembangunan embung juga terus dilakukan pemerintah untuk bisa meningkatkan produktivitas pertanian karena adanya cadangan irigasi.

“Jadi saat musim hujan ada ‘reservoir’, tadinya tanam cuma setahun sekali, dengan embung jadi bisa tanam setahun dua kali. Produktivitasnya meningkat,” katanya.

Darmawan menuturkan produktivitas masyarakat desa hingga akses pendidikan di wilayah yang terisolasi bisa meningkat karena pembangunan infrastruktur yang dilakukan di era pemerintahan Jokowi-JK.

Ia menyebutkan pembangunan infrastruktur itu akan menjadi fondasi dan fasilitator kemudian dilanjutkan dengan pembangunan sumber daya manusia.

“Ke depan, kita integrasikan bagaimana infrastruktur bisa menggali potensi dan kekuatan baru yang tujuannya untuk memakmurkan rakyat,” tutupnya.

Baca juga: Presiden: Keadilan sosial jadi pendorong pembangunan infrastruktur
Baca juga: Model pembangunan infrastruktur pemerintahan Jokowi dikritisi

 

Pewarta: Ade Irma Junida
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019