Pelabuhan Panjang Lampung jadi pelabuhan internasional

…Pelabuhan Panjang sudah meraih predikat sebagai pelabuhan Internasional

Bandarlampung (ANTARA) – Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo mengapreasi langkah Pelabuhan Indonesia II (IPC)  menjadikan Pelabuhan Panjang telah menjadi pelabuhan internasional.

“Mungkin banyak yang belum tahu bahwa dengan berbagai pengembangan yang dilakukan, per Oktober 2018 lalu Pelabuhan Panjang sudah meraih predikat sebagai pelabuhan Internasional,” kata Ridho, di Bandarlampung, Jumat.

Artinya menurut dia, bahwa program kerja IPC i sudah sejalan dengan program strategis yang ingin diraih oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, yakni menjadikan pelabuhan utama di Sumatera dan tidak lagi melalui Tanjung Priok ataupun Singapura.

Bahkan , lanjut dia, sekarang ini dua minggu sekali, Pelabuhan Panjang sudah digunakan oleh kapal liner yang besar.

“Sekali angkut bisa 1.200 sampai 1.400 kontainer, ini kan suatu pencapaian, bahkan suatu kebanggan buat saya, di mana semua unsur bergerak bersama untuk kemajuan Lampung,” sambung Ridho.

Di sisi lain, Gubernur Ridho juga melakukan pembahasan mengenai rencana strategis pengembangan Pelabuhan Panjang.

Ia juga menegaskan bahwa Pemprov Lampung selalu siap untuk memberikan segala dukungan, termasuk dalam hal mendorong regulasi regional agar Pelabuhan Panjang menjadi pelabuhan tumpuan, mulai dari masalah perizinan, regulasi lingkungan hidup, dan-lain sebagainya

Sementara itu GM IPC Pelabuhan Panjang Drajat Sulistyo menyatakan bahwa semua kemajuan dan capaian yang dilakukan oleh IPC Pelabuhan Panjang adalah berkat dukungan Pemprov  Lampung yang selama ini selalu merespon dengan cepat, apa yang menjadi kendala maupun kebutuhan pelabuhan.

“Sebenarnya kami ini hanya mengekor saja, kemana arah pembangunan strategis Provinsi Lampung berjalan, kami ikuti, kemudian kami kembangkan. Alhamdulillah berkat dukungan dari Pemprov Lampung semua berjalan lancar. Apalagi surat gubernur terkait penggunaan jalan tol sebagai akses angkutan logistik, langsung disetujui oleh kementerian,” ungkapnya.

Drajat Sulistyo juga mengungkapkan, bahwa melalui program integrated industrial port yang dilakukan oleh IPC, Pelabuhan Panjang menjadi percontohan untuk pengembangan digital industrial port oleh pemerintah pusat.

Pelabuhan Panjang, lanjut dia, memiliki bea cukai online dan akan akan menjadi digital industrial port berbasis marketplace. “Nantinya marketplace  akan memuat katalog semua sumber daya industri yang ada di Lampung, dari mulai bahan jadi hingga jasa pengirimannya ke seluruh dunia,” ujar Drajat.

.

Sejarah panjang yang tersimpan di Masjid Suro Al Mahmudiyah

Pewarta: Agus Wira Sukarta
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019