Nilai investasi perikanan di Lebak capai Rp98 miliar

Lebak (ANTARA) – Nilai investasi perikanan budidaya ikan tawar di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mencapai Rp98 miliar,sehingga menyumbangkan pendapatan ekonomi masyarakat juga penyerapan tenaga kerja lokal.

” Dari tahun ke tahun nilai investasi perikanan ikan tawar berkembang,” kata Kepala Seksi Pengembangan Kawasan Budidaya Ikan Dinas Perikanan Kabupaten Lebak Rhama Adie Permana di Lebak, Kamis.

Pemerintah daerah mengapresiasi nilai investasi perikanan itu, karena kebanyakan dari masyarakat sebagai pelaku usaha budidaya ikan tawar.

Mereka mengembangkan budidaya ikan tawar karena permintaan pasar cenderung meningkat juga menguntungkan. Bahkan, harga ikan tawar tahun ke tahun melonjak.

Saat ini, harga ikan emas di pasaran mencapai Rp30.000/Kg, gurame Rp45.000/Kg, lele Rp25.000/Kg dan Nila Rp25.000/Kg.

“Saya kira usaha pengembangan ikan tawar menguntungkan pelaku usaha budidaya ikan,” katanya.

Menurut dia, produksi ikan tawar tahun 2018 lalu cukup menguntungkan dan bisa memenuhi pasar lokal.

Di antaranya produksi ikan emas sebanyak 1.295,57 ton, ikan lele 1.416,25 ton, ikan nila 477,75 ton dan ikan gurame 308,85 ton.

Mereka para peternak pembudidaya ikan tawar bisa memasok Pasar Rangkasbitung, Maja dan Cipanas.

Selain itu juga pengembangan usaha peternakan pembudidaya ikan berembang dengan Rumah Tangga Perikanan (RTP) sebanyak 4.210 orang yang terdiri dari kelompok aktif sebanyak 2.936 orang dan 1.274 orang tidak aktif.

“Kami mendorong agar kelompok yang tidak aktif kembali aktif dengan memberikan bantuan pembenihan dan pakan,” katanya menjelaskan.

Ia menyebutkan, pengembangan ikan tawar melalui kolam seluas 650,10 hektare, keramba 940 unit, tambak 37,90 hektare dan jaring apung 39 unit.

Potensi pengembangan ikan tawar melalui kolam cukup berpeluang lumbung ikan tawar, karena memiliki luas 10.000 hektare.

Pengembangan budidaya ikan tawar yang sudah mampu memproduksi di Kecamatan Sobang, Cibeber, Cipanas, Maja, Warunggunung dan Muncang. Sebab, di daerah itu terdapat pengairan dari irigasi maupun aliran sungai.

Selain itu pemerintah daerah juga mengembangkan peternakan ikan tawar dengan membuat percontohan kepada kelompok pembudidaya dengan mendapat bantuan benih hingga pembesaran.

Selain itu juga memberikan pelatihan memproduksi pakan sendiri dengan menggunakan bahan baku magot dari binatang lalat.

Pihaknya juga membangun sarana dan fasilitas Balai Benih Ikan (BBI) yang tersebar di Kecamatan Cipanas, Kalanganyar dan Wanasalam.

“Kami akan memfokuskan pengembangan budidaya ikan melalui kolam karena didukung pengairan,” katanya.

Cegah sawah mengering, Petani lakukan pompanisasi

Pewarta: Mansyur suryana
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019