Neraca perdagangan Sulut surplus 52 Juta Dolar AS

Manado (ANTARA) – Neraca perdagangan Sulawesi Utara (Sulut) pada bulan April 2019 mengalami surplus sebesar 52 juta dolar Amerika Serikat (AS).

“Nilai neraca perdagangan Sulut yang diukur melalui penghitungan net ekspor total ekspor dikurangi total impor pada April 2019 mengalami surplus, senilai 52 juta dolar AS,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut Dr Ateng Hartono di Manado, Rabu.

Ia mengatakan nilai ini mengalami sedikit koreksi dibandingkan kondisi bulan sebelumnya yang tercatat senilai 57,45 juta dolar AS.

Demikian pula, katanya, bila dibandingkan dengan April 2018, mengalami penurunan dari 84,05 juta dolar AS menjadi 52 juta dolar AS.

Penurunan nilai neraca perdagangan Sulut akibat kinerja ekspor yang menurun, namun masih tetap surplus.

Nilai ekspor nonmigas Sulut pada bulan April 2019 kembali mengalami penurunan yang cukup tajam jika dibandingkan dengan periode sebelumnya.

“Jika dibandingkan dengan Maret 2019 kinerja ekspor Sulut turun 18,66 persen, dan dibandingkan dengan tahun sebelumnya turun sebesar 44,24 persen,” kata Ateng.

Ateng mengatakan pada bulan Maret 2019 nilai ekspor Sulut sebesar 68,81 juta dolar Amerika Serikat (AS) turun 18,66 persen menjadi 55,96 juta dolar AS.

Dan, katanya, dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2018 (y-on-y) mengalami penurunan, sebesar 44,24 persen, dari 100,25 juta dolar AS menjadi 55,96 juta dolar AS.

Sedangkan nilai impor Sulut pada April 2019 mengalami penurunan yang signifikan jika dibandingkan dengan periode sebelumnya.

“Pertumbuhan negatif terjadi lebih dari 65 persen dibandingkan nilai impor pada Maret 2019 (m-to-m), demikian pula bila dibandingkan dengan nilainya di April 2018 (y-on-y), mengalami penurunan 60,93 persen,” kata Kepala Bidang Statistik dan Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut Marthedy Tenggehi.

Dilihat menurut golongan barang HS2 digit, bahan kimia organik menjadi kontributor terbesar terhadap nilai impor Sulawesi Utara pada April 2019.

Golongan barang ini menggeser Bahan bakar mineral yang menjadi kontributor terbesar pada nilai impor bulan sebelumnya, demikian pula nilai impor golongan barang ini mengalami peningkatan dari nilainya pada Maret (m-to-m), dimana pada bulan sebelumnya tidak ada impor untuk golongan HS 2 digit ini.

Demikian pula sebaliknya, pada bulan April tidak ada impor untuk golongan HS 27 yang menjadi komoditi impor dengan kontribusi terbesar pada bulan sebelumnya.
 

Pewarta: Nancy Lynda Tigauw
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019