Menko Kemaritiman optimistis Indonesia bisa ekspor avtur

Bisa, apa yang tidak bisa

Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan optimistis Indonesia bisa melakukan ekspor avtur seperti disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dalam Sidang Bersama DPR RI – DPD RI.

“Bisa, apa yang tidak bisa,” ujar Luhut Binsar Panjaitan di Jakarta, Jumat.

Presiden Joko Widodo mendorong Indonesia untuk dapat memproduksi bahan bakar jenis avtur dari minyak kelapa sawit.

Baca juga: Ini tekad Presiden Jokowi: Kita bisa buat biodiesel B100

Menurut Presiden, Indonesia sudah bisa memproduksi avtur sendiri, hingga sekarang tidak impor, kalau bisa Indonesia juga harus bisa ekspor avtur dan harus bisa membuat avtur dari produksi kelapa sawit.

Di depan Sidang Bersama Dewan Perwakilan Daerah RI dan Dewan Perwakilan Rakyat, hal itu bisa dicapai jika semua produksi mineral sudah bisa diciptakan produksi hilirisasi mineral. Karena dengan adanya hilirisasi mineral dan pertambangan maka dapat meningkatkan pendapatan serta perekonomian negara.

Baca juga: Presiden dorong produksi avtur dari sawit

Pembangunan pemurnian tersebut agar dapat meningkatkan ekspor bahan mineral bukan hanya produk mentah saja namun sudah menjadi produk olahan yang bisa memberi nilai tambah.

Presiden Joko Widodo mengenakan pakaian adat Suku Sasak, Nusa Tenggara Barat berwarna cokelat keemasan saat menghadiri Sidang Bersama DPR dan DPD RI.

Presiden hadir di Ruang Rapat Paripurna Gedung Nusantara MPR DPR DPD RI Jakarta Pusat pada Jumat sekitar pukul 09.55 WIB.

Baca juga: Darmin sebut avtur dari CPO dapat digunakan 2021

Pakaian yang dikenakan Jokowi lengkap dengan tutup kepala “sapuk” dan keris yang disisipkan di depan dada.

Sementara itu, Ibu Negara Iriana Widodo mengenakan baju kurung berwarna putih dihiasi selempang kain batik bermotif coklat dengan rambut yang disanggul.

Baca juga: Presiden arahkan CPO diolah untuk “green avtur”

Tumpahan minyak di Karawang teratasi dengan baik

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019