Libur panjang tak dongkrak penumpang Bandara Pekanbaru

Sepinya penumpang dan penerbangan disebabkan harga tiket pesawat yang belum juga turun

Pekanbaru (ANTARA) – PT Angkasa Pura II (Persero), selaku otoritas Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II), Kota Pekanbaru, Riau, menyatakan libur beruntun sejak hari pemungutan suara Pemilu 2019 hingga rangkaian perayaan Paskah tidak mendongkrak jumlah penumpang pesawat di bandara tersebut.

Executive General Manager Bandara SSK II Jaya Tahoma Sirait di Pekanbaru, Sabtu, mengatakan jumlah penumpang, frekuensi penerbangan dan kargo pada libur Pemilu dan Paskah justru menurun drastis dibandingkan tahun lalu.

“Tren pergerakan pesawat minus 35,35 persen, tren pergerakan penumpang minus 50,02 persen, dan tren pergerakan kargo minus 39,49 persen. (Itu) dibandingkan dengan tanggal yang sama tahun 2018 atas jumlah masing jenis pergerakan pesawat, penumpang dan kargo,” kata Jaya kepada ANTARA menjelaskan kondisi pergerakan pesawat pada 19 April 2019.

Ia merinci jumlah penerbangan pergi dan datang pada 19 April ada sebanyak 64 penerbangan, dan total penumpang 6.153 orang dan kargo 35.472 kilogram.

Jumlah itu menurun jauh dibandingkan tanggal yang sama tahun 2018, yang tercatat ada 99 penerbangan, 12.309 penumpang dan kargo 58.618 Kg.

Pemerintah menetapkan hari pemungutan suara Pemilu serentak 2019 pada 17 April sebagai hari libur nasional. Kemudian pada tanggal 19 April adalah libur nasional Wafatnya Isa Almasih sebagai rangkaian perayaan Paskah.

Jaya membenarkan sepinya penumpang dan penerbangan disebabkan harga tiket pesawat yang belum juga turun alias bertahan mahal sejak awal tahun ini.

“Benar (tiket mahal),” katanya.

Tiket yang mahal itu juga membuat warga Pekanbaru memilih berwisata dengan transportasi darat seperti ke Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Sementara itu, Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Riau Dede Firmansyah berharap, Pilpres 2019 berlangsug tertib dan damai. Selain itu, ia juga berharap siapa pun presiden yang terpilih mesti memajukan pariwisata Indonesia.

“Siapapun presidennya, pariwisata harus jadi prioritas. Karena dengan memprioritaskan pariwisata semua komponen nanti pasti bergerak,” katanya.

Ia mengatakan, secara nyata pemerintah sekarang sudah ada perhatian untuk pengembangan pariwsiata dengan meningkatkan infrastruktur seperti bandara.

Meski begitu, banyaknya bandara harus dibantu dengan penurunan harga tiket pesawat oleh maskapai agar masyarakat yang naik pesawat bisa meningkat lagi. Dengan begitu, pergerakan wisatawan nusantara ke daerah-daerah termasuk ke Riau bisa meningkat.

“Harapannya, lebih banyak lagi bandara-bandara baru, jadi bisa tersambungkan Indonesia dengan antarpulaunya, Yang jelas tiket pesawat harus turun, baru (bisa) tercapai wisatawan Nusantara 250 juta,” harapnya.

Baca juga: Penumpang bus di Terminal Ngawi naik saat libur Pemilu 2019
Baca juga: Libur Paskah, pusat belanja Jakarta ramai pengunjung

Pewarta: FB Anggoro
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019