Legislator minta jalur alternatif arus mudik diperbanyak

Semarang (ANTARA) – Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Tengah Ngainirrichadl meminta jumlah jalur alternatif yang akan dilintasi para pemudik selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2019 diperbanyak untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas.

“Jalur-jalur alternatif perlu diperbanyak selama arus mudik dan arus balik, dengan disertai rambu-rambu serta penunjuk jalan yang memadai,” katanya di Semarang, Rabu.

Selain itu, Dinas Perhubungan maupun kepolisian diminta untuk menyampaikan informasi apapun mengenai arus mudik melalui stasiun radio dan memanfaatkan berbagai media sosial, serta berbagai aplikasi di telepon seluler.

Kepolisian, kata dia, bisa melakukan rekayasa lalu lintas di titik-titik yang rawan terjadi kemacetan seperti pasar tumpah dan pintu keluar jalan tol.

“Saya berharap pihak-pihak terkait mulai melakukan perencanaan matang agar jalur mudik menjadi aman dan lancar,” ujarnya saat menjadi salah satu pembicara dalam acara Dialog Bersama Parlemen Jateng dengan tema “Mudik Lancar, Aman, dan Nyaman”.

Kendati demikian, politikus Partai Persatuan Pembangunan itu mengakui bahwa kondisi infrastruktur jalan di Provinsi Jateng sudah cukup baik.

“Yang perlu menjadi catatan adalah tidak semua kendaraan melintasi jalan tol seperti sepeda motor dan saya berharap ada ‘rest area’ khusus pengguna pemudik bersepeda motor,” katanya.

Ia mengimbau para pemudik bermotor tidak membonceng berlebihan, khususnya yang membawa anak-anak karena membahayakan keselamatan masing-masing maupun orang lain.

Kepala Bidang Humas Polda Jateng Kombes Agus Triatmadja mengaku sependapat dengan penambahan rambu penunjuk jalan di jalur-jalur alternatif agar memudahkan para pemudik.

“Harus ada papan petunjuk, terutama di jalur alternatif dan kepolisian akan berkoordinasi dengan jajaran Dishub,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Provinsi Jateng Satriyo Hidayat menyebutkan pihaknya akan membuka posko mudik dan “call center” yang bisa dimanfaatkan para pemudik, termasuk menyiapkan jalur-jalur alternatif yang bisa dipilih pemudik.

“Kami memperkirakan ada 5,6 juta pemudik ke Jateng, sekitar 11 persen pemudik turun ke Tegal dan Pemalang, 21 perseb turun Semarang hingga Rembang, sedangkan 28 persen ke Solo dan sekitarnya,” katanya.