Kotawaringin Timur dapat peremajaan 2.000 hektare kelapa sawit

Tahun ini kita dapat alokasi untuk peremajaan sawit rakyat seluas 2.000 hektare. Kami berharap ini dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan produksi kebun sawit mereka

Sampit (ANTARA) – Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, kembali mendapat bantuan program peremajaan kelapa sawit rakyat untuk membantu masyarakat yang ingin meningkatkan produksi kebun mereka.

“Tahun ini kita dapat alokasi untuk peremajaan sawit rakyat seluas 2.000 hektare. Kami berharap ini dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan produksi kebun sawit mereka,” kata Kepala Dinas Pertanian Kotawaringin Timur I Made Dikantara di Sampit, Jumat.

Program peremajaan kelapa sawit dijalankan pemerintah pusat sejak 2017 untuk membantu petani. Masyarakat bisa memanfaatkan program ini untuk menanam kembali lahan mereka dengan kelapa sawit baru menggantikan kelapa sawit yang sudah kurang produktif.

Sering petani mengeluhkan produksi kebun sawit mereka lebih rendah dibanding milik warga lainnya. Penyebabnya bisa karena usia produktif kelapa sawit itu sudah terlewati, atau bisa pula karena masalah bibit.

Sesuai kebijakan pemerintah pusat, bantuan peremajaan kelapa sawit bisa diusulkan untuk kebun rakyat yang kelapa sawitnya sudah berusia di atas 25 tahun sehingga produksinya berkurang.

Bantuan juga bisa diusulkan untuk kebun kelapa sawit yang salah bibit atau telanjur menanam bibit kurang bagus. Kondisi itu bisa dilihat dari hasil panen yang rendah, yakni jika dalam satu hektare kebun hanya menghasilkan buah sawit sekitar 10 ton dalam setahun.

Permohonan bantuan disampaikan atas nama kelompok tani maupun koperasi. Nantinya bantuan diberikan dalam bentuk uang ke kelompok tani atau koperasi tersebut.

Tahun ini alokasi bantuan yang didapat Kotawaringin Timur seluas 2000 hektare, meningkat tajam dibanding tahun 2018. Tahun lalu, Kotawaringin Timur hanya mendapat alokasi bantuan peremajaan kelapa sawit seluas 500 hektare.

“Untuk bantuan 2018, baru dua kelompok yang terealisasi dengan nilai Rp3.893.787.500, sedangkan tiga kelompok lainnya masih dalam proses. Nilai bantuannya tetap yaitu Rp25 juta per hektare,” jelas Made.

Diakui, pelaksanaan program ini banyak mengalami hambatan, seperti tenaga aparatur sipil negara di bidang perkebunan yang sedikit, terbatasnya dana pendukung, juga terbatasnya sarana dan prasarana untuk kelancaran petugas yang bekerja dalam program peremajaan kelapa sawit.

Hal itu sangat diperlukan, khususnya untuk kegiatan pemetaan dan penerbitan surat tanda daftar usaha perkebunan untuk budidaya (STD-B) untuk kebun rakyat untuk diusulkan mendapat bantuan program ini.

Pemerintah daerah berharap pelaksanaan program peremajaan kelapa sawit semakin lancar karena program ini sangat diminati masyarakat. Saat ini ada 10 kelompok tani yang dalam proses melengkapi persyaratan dan penyelesaian administrasi untuk pelaksanaan.

Luas perkebunan rakyat, khususnya komoditas kelapa sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur saat ini sudah ada sekitar 24.894,46 hektare dengan perkiraan produksi crude palm oil atau CPO sebanyak 28.739,11 ton.

Pewarta: Kasriadi/Norjani
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019