Kemenperin: daya saing industri otomotif dan komponen harus sejalan

Jakarta (ANTARA) – Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian Harjanto menegaskan bahwa pengembangan produktivitas dan daya saing industri otomotif harus sejalan dengan pengembangan industri komponen.

“Hal tersebut mengingat produk industri alat – alat kendaraan bermotor merupakan bagian dari rantai pasok bagi original equipment manufacturer(OEM) maupun layanan purna jual industri kendaraan bermotor, yang memiliki pangsa pasar sangat luas baik domestik maupun ekspor,” kata Harjanto di Jakarta, Selasa.

industri komponen juga berpeluang untuk terus dikembangkan teknologinya sehingga mampu bersaing di pasar global.

Secara nasional saat ini terdapat sekitar 1.500 perusahaan komponen otomotif di Indonesia yang terbagi dalam Tier 1, Tier 2 dan Tier 3 yang tersebar di seluruh Indonesia terutama di provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Dari jumlah tersebut, sekitar 240 perusahaan merupakan anggota Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) dan 122 perusahaan merupakan anggota Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO).

Harjanto menyampaikan, sebagai mitra pemerintah dan pelaku ekonomi di sektor kendaraan bermotor, asosiasi industri komponen otomotif memiliki peran yang sangat penting untuk mendorong industri komponen kendaraan bermotor agar dapat berdiri tangguh dan kokoh dalam menghasilkan produk – produk yang dapat bersaing kuat di pasar global.

Harjanto menambahkan, industri otomotif nasional sebagai salah satu sektor andalan dalam roadmap Making Indonesia 4.0 ditargetkan menjadi basis produksi kendaraan bermotor Internal Combustion Engine(ICE) maupun Electrified Vehiclepada 2030.

Target tersebut membidik pasar domestik maupun ekspor yang didukung oleh kemampuan industri dalam negeri dalam memproduksi bahan baku dan komponen utama serta optimalisasi produktivitas sepanjang rantai nilai industri tersebut.

Produksi dan penjualan otomotif nasional sejak 2013 mencapai rata – rata di atas 1,2 juta unit/tahun.

Produksi kendaraan bermotor roda 4 atau lebih periode Januari – Juni 2019 tercatat sebesar 591 ribu unit, dimana penjualan domestik sebesar 481 ribu unit (berasal dari produksi lokal maupun impor) dan ekspor CBU sebesar 136 ribu unit, CKD 412 ribu set dan komponen sebesar 43,6 juta pieces.

“Disamping itu, saat ini pangsa pasar ekspor otomotif Indonesia ke lebih dari 80 negara di dunia termasuk 5 negara tujuan utama ekspor yaitu Filipina, Saudi Arabia, Jepang, Mexico dan Vietnam,” ujar Harjanto.

Pada 2019, ekspor kendaraan CBU ditargetkan mencapai 400 ribu unit dan diharapkan terus meningkat setiap tahunnya sehingga pada tahun 2025 industri otomotif nasional dapat melakukan ekspor kendaraan CBU sebesar 1 juta unit.

Baca juga: Kemenperin ajak IKM komponen otomotif implementasikan industri 4.0
Baca juga: Peluang bisnis komponen otomotif di Indonesia masih terbuka lebar

Baca juga: Produk Koperasi Batur Jaya Klaten pasok industri otomotif nasional

PT PAL Dorong Pertumbuhan Industri Komponen Lokal

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019