Kemenhub kembangkan Pelabuhan Labuan Bajo sebagai terminal penumpang

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Perhubungan akan melakukan pengembangan Pelabuhan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur sebagai terminal penumpang untuk mengintegrasikan kawasan wisata yang ada di Labuan Bajo.

“Pelabuhan sekarang ini sudah menjadi magnet, disini ada kapal barang dan kapal penumpang. Ada banyak yacht, pinisi, seperti kita lihat ini kan indah sekali. Karena ini sedemikian indah, maka kita memang harus menata secara lebih detail agar ini menjadi suatu yang bisa diandalkan,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Pernyataan tersebut untuk menindaklanjuti arahan Presiden, Menhub mengatakan akan memfokuskan Pelabuhan Labuan Bajo sebagai pelabuhan khusus penumpang. Sedangkan, terminal kargo atau peti kemas akan dialihkan ke pelabuhan lain di sekitar kawasan Labuan Bajo.

“Untuk itu terminal barang, kapal barang, kegiatan truk yang luar biasa itu akan kita pindah,” katanya.

Menhub mengungkapkan, rencana pemindahan pelabuhan barang juga sudah disambut baik oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Kami mendapatkan dukungan dari Pak Gubernur, untuk memindahkan pelabuhan barang ke dekat sini. Kira-kira jaraknya 15 km dari sini,” ungkap Menhub Budi.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Agus H Purnomo menjelaskan, selain akan melakukan pemindahan pelabuhan barang, pihaknya juga akan melakukan pengembangan infrastruktur Pelabuhan Labuan Bajo dalam jangka pendek dan menengah, di antaranya yaitu memperpanjang dermaga eksisting sepanjang 245 meter menjadi 300 meter, memperpanjang trestle yang semula 44 meter menjadi 134 meter, pembangunan reklamasi seluas 40 x 50 meter persegi, serta dalam jangka menengah akan membangun terminal penumpang baru.

Sebelumya saat berkunjung ke Pulau Rinca sekaligus meninjau Pelabuhan Labuan Bajo, Presiden Joko Widodo mengatakan ingin melakukan pembenahan di kawasan sekitar Labuan Bajo dilakukan agar masing-masing kawasan wisata terintegrasi.

“Kita ini ingin melihat secara makronya untuk kawasan Labuan Bajo dan sekitarnya. Artinya Labuan Bajo ada Pulau Komodo, ada Pulau Rinca, kemudian ada lautnya. Sehingga pembenahan kawasan pembangunan fasilitas-fasilitas pendukung itu betul-betul terintegrasi semuanya. Karena ini memang ingin kita jadikan wisata yang premium,” tutur Presiden.

Baca juga: Pelabuhan Labuan Bajo jadi pelabuhan khusus wisata

Baca juga: Pemerintah lanjutkan pembangunan infrastruktur Labuan Bajo

Pemerintah tak larang ojek daring berikan diskon

Pewarta: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019