Kapasitas pabrik terbatas, Menperin: peningkatan ekspor tidak bisa instan

Jakarta (ANTARA News) – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan peningkatan ekspor produk manufaktur tidak bisa dilakukan secara instan, karena pabrik memiliki keterbatasan kapasitas.

“Di manufaktur ada yang namanya capacity limitation (batas kapasitas), di sektor otomotif juga punya kapasitas, kemudian ada idle di beberapa industri, seperti industri baja, sehingga membutuhkan waktu untuk meningkatkan kapasitas,” katanya dalam seminar Outlook Perekonomian Indonesia 2019 di Jakarta, Selasa.

Untuk itu, dalam jangka pendek, Kemenperin akan mendorong peningkatan ekspor di sektor agro, yakni produk hortikultura, misalnya buah kaleng, hingga olahan pisang cavendish.

“Kami sudah membuat kawasan industri hortikultura. Jadi, ini quick win yang diminta Pak Menko Perekonomian Darmin Nasution untuk meningkatkan ekspor,” ujar Airlangga.

Selain itu, produk lain yang potensial untuk ditingkatkan ekspornya dalam waktu dekat yakni  perhiasan dan olahan ikan.

Sebelumnya, Menko Darmin mengatakan ekspor adalah satu-satunya kinerja yang kurang baik dalam pencapaian ekonomi pada 2018, di tengah turbulensi yang terjadi.

“Bicara ekspor, sangat penting untuk melihat bagaimana industri kita dirancang ke depan. 
Kalau tidak sebagus yang kita harapkan, itu karena industrinya belum mencapai kinerja yang cukup baik,” ujar Darmin.

Untuk itu, lanjutnya, industri 4.0 diharapkan mampu memperbaiki kinerja industri nasional, sehingga dapat berkontribusi lebih tinggi dalam mendongkrak pertumbuhan ekspor yang akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Menperin: Industri harus optimistis, ambil peluang di tahun politik
Baca juga: Genjot devisa ekspor, BI dan Kemenkeu perkuat pengawasan terintegrasi
 

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019