Jokowi sebut penghargaan AFEO untuk para insinyur di pedalaman

Jakarta (ANTARA) – Presiden Joko Widodo menyebutkan bahwa penghargaan yang diterimanya dari Organisasi Insinyur Se-ASEAN (AFEO) yaitu The AFEO Distinguished Honorary Patron Award merupakan penghargaan untuk seluruh insinyur di Indonesia terutama yang bekerja di daerah terpencil, pedalaman dan perbatasan.

“Sebenarnya penghargaan ini milik insinyur Indonesia yang sudah tanpa lelah bekerja di lapangan, di daerah terpencil, perbatasan dan pedalaman untuk membangun negara kita Indonesia,” kata Jokowi ketika membuka Konferensi ke-37 AFEO (Cafeo37) di JI-Expo Kemayoran, Rabu.

Kepala Negara menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepadanya.

Baca juga: AFEO akan berikan penghargaan tertinggi kepada Presiden Jokowi

“Tapi sebetulnya yang sepatutnya dapat penghargaan ini bukan saya, tapi seluruh Insinyur Indonesia,” katanya.

AFEO dalam pembukaan Cafeo37 memberikan penghargaan itu kepada Presiden Jokowi.

Penghargaan itu diserahkan oleh Chairman AFEO Heru Dewanto didampingi Sekjen AFEO.

“Penghargaan ini membuat kita semua bangga sebagai bangsa,” kata Heru yang juga Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII).

Heru menyebutkan diberlakukannya Undang-undang tentang Keinsinyuran tahun 2019 ini melalui Peraturan Pemerintah yang dikeluarkan Presiden Jokowi membawa perubahan besar.

Baca juga: Konferensi CAFEO 2019 akan bahas pemetaan mitigasi bencana

Menurut dia, setiap insinyur yang melakukan praktik keinsinyuran harus disertifikasi dan diregistrasi yang merupakan pintu masuk PII untuk menyusun database keinsinyuran pertama di Indonesia yang akan berisikan lebih dari 1 juta talenta-talenta terbaik bangsa.

“Tentu nama Bapak Ir Joko Widodo ada di dalamnya, lengkap dengan klasifikasi dan standar kompetensinya,” katanya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, standarisasi kompetensi juga memungkinkan diberlakukannya standarisasi remunerasi, termasuk untuk insinyur asing yang bekerja di indonesia.

“Terobosan UU ini bukan hanya milik insinyur dan sarjana teknik saja, kini lulusan vokasi pun bisa bergelar profesi insinyur dan menjadi bagian dari database keinsinyuran Indonesia. Inilah semangat baru keinsinyuran, insinyur untuk semua, dan menjadi kebanggaan semua,” katanya.

Ia berharap database itu bisa menjadi sumbangsih PII yang nantinya bisa disinergikan dengan pusat manajemen talenta yang akan dibuat pemerintah.

Heru juga mengatakan transformasi digital telah membawa profesi insinyur masuk ke era baru, di mana karya-karya insinyur masa kini semakin bermanfaat dan menjadi keseharian masyarakat.

“Ini saatnya para insinyur mentransformasi diri, meninggalkan cara-cara lama dan mulai beradaptasi dengan cara-cara baru di era disruptif ini,” katanya.

Mengutip teori Charles Darwin, ia mengatakan bukan yang terkuat atau yang terpintar, mereka yang akan bertahan adalah mereka yang paling mampu beradaptasi dengan perubahan.

Cafeo37 juga memamerkan karya-karya gemilang insinyur Indonesia dalam lima tahun terakhir.

“Di bawah kepemimpinan seorang insinyur terbaik Indonesia Ir Joko Widodo, kita telah mendapat pengakuan dan apresiasi dari 10 organisasi insinyur SE-ASEAN,” kata Heru Dewanto.

Pewarta: Agus Salim
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019