Jokowi minta insinyur ASEAN bentengi kawasan dari resesi ekonomi

Dengan jumlah penduduk sekitar 600 juta, ASEAN merupakan sebuah kekuatan besar ekonomi dunia

Jakarta (ANTARA) – Presiden Joko Widodo mengingatkan adanya kebutuhan peningkatan kerja sama di tingkat ASEAN termasuk para insinyur untuk membentengi kawasan dari resesi ekonomi.

“Ekonomi dunia saat ini sedang tidak ramah. Beberapa negara mengalami kemunduran ekonomi. Bahkan ada negara mulai mengalami resesi ekonomi,” kata Presiden Jokowi ketika membuka Konferensi Ke-37 Organisasi Insinyur Se-ASEAN di JI-Expo Kemayoran, Jakarta, Rabu.

Menurut Kepala Negara, semua pihak harus mampu membentengi diri untuk tetap tumbuh stabil dan berkelanjutan

Di awal sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan semua di kawasan ASEAN adalah sahabat, sebuah keluarga, yaitu keluarga ASEAN.

“Persaudaraan dan kerja sama antarkita di keluarga besar ASEAN selama ini telah berjalan dengan sangat baik, namun ada kebutuhan yang semakin mendesak agar kerja sama semakin kuat terutama dalam menghadapi dunia yang tidak stabil dan bahkan tidak terduga,” katanya.

Menurut Kepala Negara, Indonesia harus berusaha memanfaatkan kemunduran di beberapa kawasan sebagai peluang untuk bisa melompat ke depan.

“Tidak ada cara lain selain kita harus selalu mengembangkan inovasi dan melakukan terobosan. Sehingga dalam situasi ekonomi dunia yang sedang sulit seperti sekarang ini justru menjadi peluang bagi kita di ASEAN untuk berkembang lebih cepat,” katanya.

Ia menyebutkan dengan jumlah penduduk sekitar 600 juta, ASEAN merupakan sebuah kekuatan besar ekonomi dunia.

ASEAN telah membuktikan diri sebagai kawasan yang aman, stabil, pertumbuhan ekonomi yang mengagumkan, untuk tumbuh besar lagi maka butuh sinergi lebih banyak lagi. Negara-negara ASEAN harus saling membantu satu dengan yang lainnya termasuk di antara insinyur yang ada.

Presiden menyatakan senang telah ada recognition agreement di antara insinyur-insinyur di ASEAN sehingga terdapat standar kompetensi yang sama di antara 10 negara.

Hal itu memungkinkan mobilitas para insinyur lintas negara di ASEAN lebih mudah. Kerja sama antarinsinyur di ASEAN penting untuk terus ditingkatkan dan diyakini setiap negara ASEAN punya kekuatan masing-masing.

“Organisasi ini bisa memfasilitasi anggotanya untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan, serta saling bersinergi satu dengan yang lainnya,” katanya.

Kepala Negara juga menyebutkan dalam revolusi industri 4.0 yang melanda semua bidang kehidupan, peran insinyur sangat penting dan sentral.

“ASEAN terbukti cukup sukses di berbagai bidang, antara lain adanya 10 unicorn dari ASEAN. Di Indonesia, ada Gojek, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak,” katanya.

Ia menyebutkan dengan Cafeo37, terbuka kesempatan bagi insinyur ASEAN untuk bekerja sama. “Saya harap kerja sama bukan saja antarinsinyur tapi juga antara engineering dengan bidang ilmu yang lain. Ini untuk melahirkan inovasi baru yang mendongkrak pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Presiden Jokowi mengatakan dunia membutuhkan SDM yang menguasai hybrid knowledge yang relevan dengan kebutuhan zaman sekarang. Melalui pendidikan, penelitian, dan inovasi lintas ilmu tersebut, bisa dikembangkan inovasi yang lebih hebat.

“Mengembangkan model bisnis baru penting, termasuk mengantisipasi emerging business, menyiapkan emerging skills untuk menyambut emerging jobs,” katanya.

Ia berharap para insinyur memegang peran sentral dalam mengembangkan inovasi-inovasi ke depan. “Karena itu saya menyambut baik dilaksanakannya Cafeo37, agar ada sharing ideas, experiences, technology, best practices di antara kita,” katanya.

Baca juga: Jokowi sebut penghargaan AFEO untuk para insinyur di pedalaman
Baca juga: Presiden Jokowi buka Konferensi ke-37 Organisasi Insinyur se-ASEAN

  Presiden Jokowi foto bersama dan berbincang dengan sebagian peserta Konferensi Ke-37 Organisasi Insinyur Se-ASEAN di JI-Expo Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/9/2019). ANTARA/Agus Salim

Pewarta: Agus Salim
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019