Jasa Marga: relokasi GT Cikarang capai 72 persen

Bekasi (ANTARA) – PT Jasa Marga mencatat proses relokasi Gerbang Tol Cikarang Utama menuju Cikampek Utama dalam rangka optimalisasi layanan arus mudik Lebaran 2019 telah mencapai tahap 72,715 persen rampung.

“Di bidang transaksi, kami menyiapkan optimalisasi kapasitas gerbang di seluruh lintasan tol, termasuk pemindahan GT Cikarang Utama menjadi
Cikampek Utama,” kata Corporate Communications Departement Head PT Jasa Marga, Irra Susiyanti saat dihubungi di Bekasi, Jawa Barat, Rabu.

Proses pemindahan gerbang tol yang dimulai sejak Senin (6/5) ditargetkan rampung sebelum agenda mudik berlangsung.

Irra menjelaskan bahwa relokasi gerbang tol tersebut terbagi dua, yakni di Kilometer 70 Cikampek untuk transaksi kendaraan dari dan menuju Cikampek-Palimanan dan Kilometer 62 Kalihurip untuk transaksi kendaraan lintas Bandung.

Salah satu alasan pemindahan gerbang tol dikarenakan lalu lintas di sekitar GT Cikarang Utama terhambat oleh sejumlah pilar penyangga proyek infrastruktur yang berdiri di tengah ruang jalan.

Proyek tersebut terdiri atas Tol Layang Jakarta-Cikampek II di median jalan, kereta ringan Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi di sisi utara dan kereta cepat Jakarta-Bandung di sisi selatan.

Kondisi ini memaksa pengendara untuk mengurangi kecepatan kendaraan mereka agar terhindar dari pengerjaan pilar.

Irra mengatakan relokasi gerbang tol akan efektif meminimalisasi potensi kemacetan mudik, sebab GT Cikampek Utama memiliki kapasitas tampung kendaraan yang sama luasnya dengan Cikarang Utama.

“Namun yang membedakan, beban kendaraan lebih sedikit atau setengah dari volume lintasan di Cikarang Utama, karena sebagian sudah keluar lebih dulu di Bekasi,” katanya.

Pada bidang lalu lintas kendaraan, Jasa Marga akan menambah marka jalan, penambahan petugas untuk membantu transaksi tol, menyiapkan mobile reader hingga rekayasan lalu lintas tempat peristirahatan.

“Nanti akan kami atur mana kendaraan yang mau menuju pengisian bahan bakar, toilet, tempat makan dan sebagainya agar tidak terjadi penumpukan,” ujar Irra.