Inggris jajaki beberapa peluang kerja sama sesuai kebutuhan Bali

Jadi kami ke sini ingin mengetahui apa yang diperlukan Bali ke depan sehingga kami bisa menyiapkan

Denpasar (ANTARA) – Pemerintah Inggris menjajaki sejumlah peluang kerja sama dengan Bali yang memang benar-benar diperlukan oleh masyarakat di Pulau Dewata.

“Setelah berhasil menyelenggarakan kerja sama dengan Pemprov Jawa Barat dan Pemprov Jawa Timur sebagai pilot project, kami ingin mengulang kesuksesan dengan membangun kerja sama dengan Bali,” kata Dubes Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik saat menemui Wagub Bali, di Denpasar, Selasa.

Sejumlah sektor yang ingin dikerjasamakan bahkan ditingkatkan dengan Bali seperti sektor infrastruktur, pendidikan, dan bisnis. “Jadi kami ke sini ingin mengetahui apa yang diperlukan Bali ke depan sehingga kami bisa menyiapkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Dubes Malik menyatakan mendukung peningkatan transportasi massal di Bali karena merupakan kunci mengurai kemacetan di Pulau Dewata itu.

Di bidang pendidikan, pihaknya berencana menjalin kerja sama dengan Universitas Udayana. Bahkan pihaknya telah mengembangkan aplikasi belajar bahasa Inggris yang bisa digunakan oleh anak kecil, dewasa, hingga para guru.

“Aplikasi itu sudah diunduh sekitar 2,2 juta warga negara Indonesia , dan saya harap bisa lebih banyak lagi,” ucapnya.

Ia pun ingin meningkatkan kerja sama pendidikan melalui pelatihan-pelatihan guru SMA/SMK yang dinaungi Pemprov Bali. Untuk itu ia mengharapkan bantuan Pemprov Bali agar bisa memfasilitasi.

Menanggapi tawaran tersebut, Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana mengatakan sangat mengapresiasi keinginan Inggris. Ia menjabarkan visi misi Pemprov Bali yang diusung dalam Nangun Sat Kerthi Loka Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster beserta dirinya sebagai wakil gubernur.

“Inti dari visi misi itu adalah bagaimana kita menjaga keseimbangan alam beserta isinya, termasuk manusia dan budaya yang menjadi ciri khas Bali sebagai daerah tujuan wisata,” ucap Cok Ace, panggilan akrab¬†Tjokorda Oka Artha Ardhana itu.

Isu terpenting dalam delapan bulan kepemimpinan Gubernur Koster menurut Cok Ace adalah masalah ketimpangan sosial yang terjadi antara Bali Selatan dan Bali Utara.

“Untuk itu, kami akan kembangkan berbagai potensi yang dimiliki oleh masing-masing kabupaten/kota,” ucapnya. Seperti di Jembrana, kata dia, akan dikembangkan dengan potensi laut dan perikanannya. Sedangkan daerah Tabanan akan dikembangkan agriculture tourism.

“Untuk Gianyar kami kembangkan sebagai wilayah seni dengan craft city-nya, sementara Klungkung dikembangkan dengan wisata budaya. Karangasem karena tempat Gunung Agung dan Pura terbesar di Bali Pura Besakih akan dikembangkan menjadi wisata religi. Bangli dan Buleleng kami kembangkan sebagai wisata konservasi alam, serta daerah selatan sebagai pusat bisnisnya,” katanya.

Dia berharap melalui pengembangan masing-masing potensi ini bisa mengurangi kesenjangan yang terjadi selama ini. Untuk mencapai itu tentu saja Cok Ace mengatakan memerlukan infrastruktur yang memadai. “Jika ingin membantu di sini, kami terima dengan baik,” ujar Ketua PHRI Bali itu.

Selain itu, Wagub juga menjabarkan rencana pembangunan kereta api dari bandara serta pembangunan jalan pintas yang menghubungkan Denpasar-Singaraja. “Ke depan saya harap infrastruktur seperti itu bisa lebih dikembangkan,” katanya.

Bawaslu Bali siap hadapi gugatan pemilu serentak

Pewarta: Ni Luh Rhismawati
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019