Indonesia berupaya seimbangkan defisit dengan China lewat CAEXPO 2019

Perdagangan kita dengan China itu defisit 18,4 miliar dolar AS. Nah, bagaimana caranya dengan mengikuti pameran ini kita bisa menyeimbangkan neraca perdagangan dengan China

Jakarta (ANTARA) – Indonesia berupaya mengurangi defisit perdagangan dengan China dengan menjadi Country of Honor di pameran China-ASEAN Expo (CAEXPO) ke-16 yang akan berlangsung di The Nanning International, China, yang memberikan optimisme peluang peningkatan kerja sama dagang dan investasi dengan China dan negara ASEAN lainnya.

“Perdagangan kita dengan China itu defisit 18,4 miliar dolar AS. Nah, bagaimana caranya dengan mengikuti pameran ini kita bisa menyeimbangkan neraca perdagangan dengan China,” kata Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kementerian Perdagangan Marolop Nainggolan di Jakarta, Kamis.

Menurut Marolop, beberapa produk unggulan Indonesia di ajang tersebut yakni dari sektor makanan dan minuman.

“Kita juga akan mempromosikan produk Crude Palm Oil (CPO) kita beserta turunannya, mengingat China menjadi negara tujuan ekspor sawit terbesar kedua Indonesia,” ujar Marolop.

Kendati demikian, sektor komoditas masih menjadi andalan untuk mendongkrak perdagangan Indonesia dengan China.

Marolop melanjutkan, Indonesia akan memiliki kesempatan lebih besar mengeksplorasi kerja sama dengan negara anggota pameran.

Indonesia juga akan mendapatkan fasilitas untuk menggelar forum bisnis yang sifatnya bisnis ke bisnis (B to B) dengan negara anggota China-Asean Free Trade Agreement (CAFTA) maupun negara lain non-CAFTA.

Hal ini diharapkan dapat memperluas peluang yang sudah ada serta meningkatkan penetrasi pasar baru.

Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Ditjen PEN, Iriana Trimurty Ryacudu menambahkan, CAEXPO juga menjadi kesempatan menyeimbangkan perdagangan Indonesia dan China.

“Kita harus gencar promosi ekspor ke China untuk menyeimbangkan hubungan perdagangan Indonesia-China. Hal ini sekaligus menjadi upaya kita mengambil peluang dari situasi perang dagang AS-China dimana kedua negara membutuhkan penyuplai baru akibat perang tarif,” ujar Iriana.

CAEXPO merupakan salah satu pameran yang rutin diikuti Indonesia guna memperkuat akses pasar dan menjalin kerja sama perdagangan dengan China. Tahun ini merupakan partisipasi ke-16 kalinya bagi Indonesia.

Total perdagangan Indonesia-China periode 2018 tercatat sebesar 72,67 miliar dolar AS atau naik 23,48 persen dari total perdagangan 2017 yang sebesar 58,84 miliar dolar AS.

Adapun total perdagangan Indonesia-China pada periode Januari-April 2019 telah mencapai 22,4 miliar dolar AS.

Indonesia kembali akan menempati dua paviliun di CAEXPO, yaitu pavilion komoditas di Hall D5 seluas 2.910 m2 dan paviliun nasional (City of Charm) seluas 304 m2.

Pada paviliun komoditas akan dibangun maksimal 114 stan yang menampilkan produk furnitur, dekorasi rumah, makanan dan minuman, fesyen, aksesori dan perhiasan, serta barang-barang konsumsi.

Sedangkan, paviliun nasional (City of Charm) akan diisi berbagai pagelaran kesenian ataupun produk unggulan dari setiap lembaga/provinsi yang mewakili Indonesia.

Dengan ditunjuknya Indonesia sebagai Country of Honor pada CAEXPO 2019, Indonesia dinilai harus tampil lebih atraktif baik dari segi tampilan paviliun, maupun penampilan seni budaya.

Selain itu, pihak panitia juga akan mengagendakan beberapa pertemuan bilateral, forum bisnis khusus untuk Indonesia, dan pertemuan strategis lainnya.

Baca juga: Kementerian Perdagangan berupaya rebut pasar Asia

Baca juga: Indonesia serukan pembangunan ekonomi yang seimbang

PKL kota Bandung akan dikenakan pajak

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019