Exxon Mobil penyumbang lifting minyak terbesar

Jakarta (ANTARA) – Berdasarkan data dari Kementerian ESDM yang dihimpun Antara di Jakarta, Kamis, Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL) menjadi penyumbang lifting minyak terbesar pada semester I 2019 dengan capaian 220 ribu BOPD.

Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi, menerangkan, hingga semester 1 2019 ini, 75 persen lifting minyak nasional disumbang oleh lima Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) besar di Indonesia dengan rincian sebagai berikut:
1. EMCL : 220 ribu bopd
2.CPI : 194 ribu bopd
3. Pertamina EP : 80 ribu bopd
4. PHM : 37 ribu bopd
5. PHE OSES : 29 ribu bopd

Sementara 65 persen dari total lifting gas nasional disumbang oleh lima KKKS terbesar dengan rincian :
1. BP Tangguh : 971 mmscfd (174 ribu boepd)
2. COPHI Grissik : 827 mmscfd (148 ribu boepd)
3. Pertamina EP : 768 mmscfd (137 ribu boepd)
4. PHM : 662 mmscf (118 ribu boepd)
5. ENI Muara Bakau : 589 mmscfd (105 ribu boepd)

Hingga semester 1 tahun 2019, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaporkan realisasi operasional lifting migas nasional mencapai 1,8 juta boepd (barrel oil ekuivalen per day) atau sebesar 90 persen dari target lifting nasional.

“Laporan SKK Migas menyebutkan lifting migas hingga akhir Juni 2019 sudah mencapai 90 persen, rinciannya lifting minyak 752 ribu bopd (barrel oil per day) atau 97 persen dari target APBN, sementara lifting gas 1,05 juta boepd atau 86 persen dari target APBN,” papar Agung Pribadi.

Realisasi lifting memang masih belum mencapai target mengingat kemampuan cadangannya, namun Agung menyebut capaian ini telah didorong upaya optimalisasi serta pengembangan baru melalui pengeboran sumur baru, onstream proyek baru, dan pemeliharaan yang optimal.

“Khusus untuk minyak, decline rate-nya bahkan dapat diminimalkan hingga 3 persen. Ini prestasi mengingat secara umum, decline rate alamiah rata-rata pada kisaran 15-20 persen untuk mayoritas lapangan mature di Indonesia,” ungkapnya.

Di Semester II 2019, diharapkan akan mulai onstream lapangan YY-ONWJ, Panen-Jabung, dan Kedung Keris-Cepu.

“Ini yang akan memberikan tambahan produksi minyak secara total sekitar 10.000 bopd,” ujarnya.

Baca juga: Dekati target, lifting migas semester I 2019 capai 1,8 juta BOEPD

Baca juga: SKK Migas: Tim alih kelola Blok Rokan segera dibentuk

Mei 2019, impor Indonesia turun 5,62 persen

Pewarta: Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019