BUMN Indonesia harus berani menjadi pemain kelas dunia

Jakarta (ANTARA) – Presiden Joko Widodo menginginkan berbagai BUMN yang ada di dalam Republik Indonesia harus berani menjadi pemain kelas dunia, yang dilakukan antara lain dengan mengembangkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing di tingkat global.

“Pengusaha-pengusaha dan BUMN-BUMN kita harus berani menjadi pemain kelas dunia. Itu yang harus kita lakukan,” kata Presiden Jokowi saat membacakan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka HUT Ke-47 Proklamasi Kemerdekaan RI di depan Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI di Jakarta, Jumat.

Kepala Negara mengingatkan bahwa Indonesia memiliki berbagai talenta dengan reputasi yang diperhitungkan di dunia internasional.

Berbagai pelaku usaha, ujar dia, juga harus berani melakukan ekspansi tidak hanya bermain di pasar dalam negeri, tetapi berbagai produk lokal dan nasional juga harus mampu membanjiri pasar regional dan global. “Sekali lagi kita harus semakin ekspansif, from local to global,” kata Jokowi.

Presiden juga mengingatkan bahwa momentumnya adalah antara 2020-2024, ketika Indonesia berada di puncak periode bonus demografi.

Presiden Jokowi menginginkan agar berbagai pihak fokus mengembangkan kualitas SDM dan menggunakan cara baru untuk mengunakan bonus demografi menjadi lompatan kemajuan.

Sebelumnya diwartakan, Pemerintah telah berkomitmen untuk mewujudkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di berbagai daerah Nusantara, sesuai tema perayaan 74 tahun Republik Indonesia, yaitu menciptakan “SDM Unggul Indonesia Maju”.

Presiden Joko Widodo, sesuai dengan pidato arahannya yang disampaikannya di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, 14 Juli, telah membeberkan berbagai visi Indonesia, salah satunya adalah pembangunan SDM sebagai kunci Indonesia maju di masa depan.

“Titik dimulainya pembangunan SDM adalah dengan menjamin kesehatan ibu hamil, sejak hamil. kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak-anak sekolah kita, ini merupakan umur emas untuk mencetak manusia Indonesia yang unggul ke depan, ini yang harus dijaga betul, jangan sampai ada stunting, jangan sampai ada kematian ibu, kematian bayi yang meningkat, tugas besar kita ada di situ,” ujar Presiden Jokowi.

Selain kesehatan SDM, Jokowi juga menyinggung soal kualitas pendidikan yang akan terus ia tingkatkan. Pada masa pimpinan periode keduanya ini ia memastikan akan membangun lembaga manajemen talenta, vokasional training, dan vokasional school.

Presiden mengatakan pemerintah akan mengidentifikasi, memfasilitasi, serta memberikan dukungan pendidikan dan pengembangan diri bagi talenta-talenta anak bangsa, karena akan memberikan kontribusi besar bagi percepatan pembangunan Indonesia.

Kepala Negara juga menyatakan, pihaknya akan menyiapkan lembaga-lembaga khusus yang mengurus manajemen talenta-talenta yang hebat yang bisa membawa negara ini bersaing secara global.
Baca juga: Soal investasi, Presiden Jokowi: Kita harus lebih cepat, lebih baik
Baca juga: Presiden: Indonesia tidak takut keterbukaan dan persaingan
Baca juga: Presiden ingin bangun industri mobil listrik

Kabinet Jokowi 55 persen profesional, 45 persen anggota parpol

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2019